Bermula dari kerinduan anak-anak Indo (ex. IFC Perth) yang bekerja di Singapore untuk memiliki komunitas indonesia, maka pada tahun 2001 dibentuklah komsel (oikos) perdana.

Masa-masa perintisan ini mendapat dukungan sepenuhnya oleh pdt. Daniel Ong, Gembala senior IFC Perth.

Komunitas oikos yang dibangun ini mempunyai nilai kekeluargaan yang sangat kental yang sampai sekarang masih dipertahankan.

Pada tahun 2003 Oikos terbentuk menjadi gereja resmi dengan diutusnya Ps.Iwan Yuwandi Buntarja, oleh Ps. Daniel Ong, sebelumnya sejak 2002 telah terdaftar sebagai society di pemerintahan Singapura.

Ps. Iwan melayani di Singapura sampai tahun 2007, kemudian beliau pindah ke Melbourne untuk melakukan pelayanan.

Selanjutnya selama beberapa waktu, Gereja Oikos Singapore berjalan tanpa pengerja fulltimer, jemaat bersehati untuk tetap komitmen kepada gereja oikos. Ps. Daniel Ong tidak hentinya memantau serta mengutus para hamba Tuhan untuk mengisi firman Tuhan setiap minggunya.

Beberapa hamba Tuhan datang diutus untuk mengisi kepemimpinan sebagai gembala, diantaranya Heri Tio, Janny, sampai akhirnya ps. Daniel mengutus Ps. Jacub Suria pada bulan april tahun 2008.

Sebagai gereja Indo yang berdomisili di luarnegri, perpindahan anggota adalah masalah yang biasa, begitu juga dengan perpindahan tempat ibadah. Dimulai dari rumah jemaat, YWCA, Peninsula hotel, sampai akhirnya, awal tahun 2010 menempati gedung BH building – Lavender, sampai sekarang.

Gereja Oikos juga mendapat nama tambahan “Place of faith”, dan menjadi bagian dari Organisasi Gereja Oikos se-Asia pasific (Perth, Sydney, Melbourne, Indonesia).

Pada tahun 2014, Gereja Oikos Singapore resmi berganti nama menjadi Indonesian Family Church Singapore.